Tampilkan postingan dengan label pengembangan diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengembangan diri. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Juni 2008

Cara Menghadapi Rasa Takut dan Khawatir

Penelitian menunjukkan bahwa hal-hal yang kita khawatirkan dalam kehidupan ini ternyata :

87% tidak pernah menjadi kenyataan
7% benar-benar menjadi kenyataan
6% Anda memiliki pengaruh pada hasilnya

Ini berarti bahwa sebagian besar hal yang kita khawatirkan dalam kehidupan tidak akan menjadi kenyataan. Dengan kata lain, mustahil bagi Anda untuk menghindar dari sebagian kecil kekhawatiran yang Anda rasakan, yang akhirnya benar-benar menjadi kenyataan. Bila demikian halnya, apa manfaat yang Anda dapatkan dengan tak henti memupuk rasa khawatir atau takut ?.

Lakukanlah pendekatan terhadap rasa takut( F E A R ) secara apa adanya :

False(tidak benar)
Evidence(bukti)
Appearing(terlihat)
Real(nyata)

Rasa takut hanyalah sebuah reaksi fisik yang Anda terima karena memikirkan akibat-akibat yang tidak Anda inginkan. Sebagian besar rasa cemas Anda tidak beralasan, karena hal itu sebetulnya tak lebih dari:

False Evidence Appearing Real
(Bukti Tidak Benar yang Terlihat Nyata)

Jangan pernah memikirkan tentang hal-hal yang tidak Anda inginkan bakal terjadi. Jauh lebih baik bila Anda hanya memikirkan sejumlah hal yang sangat Anda inginkan, tanpa memikirkan hasil atau situasinya. Apapun yang Anda pikirkan biasanya akan Anda dapatkan.

Minggu, 04 Mei 2008

6. Bergembiralah dan Action

Kini Anda telah menyelesaikan lima langkah pertama-mengidentifikasikan apa yang sesungguhnya dirasakan, menghargai emosi daripada melawan-nya, mengetahui hikmah dan pelajaran yang ditawarkan sesungguhnya, dan mempelajari, menggambarkan bagaimana berganti haluan dengan mencontoh strategi sukses di masa lalu dalam menangani emosi, dan berlatih kembali menghadapinya di masa depan dan menanamkan kepastian-dan langkah terakhir yang jelas adalah : BERGEMBIRALAH DAN ACTION !-Bergembiralah karena Anda dapat secara mudah menangani emosi, dan action/ambil tindakan saat ini juga untuk membuktikan pernah menanganinya. Jangan macet pada pembatas emosi yang dihadapi. Ekspresikan diri pada apa yang telah dilatih ulang, secara internal untuk menciptakan perubahan persepsi atau tindakan. Ingat perubahan baru yang telah dibuat, akan mengubah cara merasakan, tidak hanya hari ini, tapi juga bagaimana menghadapi emosi di masa depan.

Dengan enam langkah ini, secara nyata Anda dapat menguasai emosi yang sama terus menerus, metode enam langkah akan membantu mengidentifikasi pola dan mengubahnya di setiap jangka waktu pendek.

Praktekkan system ini. Apapun yang kelihatan baru, mulanya mungkin tampak tidak praktis. Tapi semakin sering dilakukan, semakin mudah digunakan, dan dengan segera Anda akan menyadari kemampuan diri mengendalikan cara apapun yang dulu dianggap ladang pertambangan emosi. Apa yang akan Anda ketahui, akan menjadi bidang pelatihan pribadi yang menggiring tiap langkah, menunjukkan dimana harus mencapai tujuan.

Ingat, waktu terbaik menangani emosi adalah ketika pertama kali merasakan. Jauh lebih sulit menginterupsi pola emosional jika telah tercampur aduk. Filosofinya adalah "Bunuhlah Monster selagi masih kecil". Gunakan system ini secara cepat, segera setelah Sinyal Tindakan diketahui, dan secara nyata Anda mampu dengan cepat menangani emosi apapun.

Rabu, 30 April 2008

5. Lakukan Hari ini dan Esok

Anda harus yakin dapat menangani emosi dengan mudah di masa depan, dengan memiliki rencana hebat untuk melaksanakan. Caranya, ingat yang pernah dilakukan, dan latihlah kembali, kemudian tangani situasi Sinyal Tindakan yang akan dihadirkan di masa depan. Lihat, dengar, dan rasakan saat menangani situasi secara mudah.

Pengulangan dengan intensitas emosi akan menghasilkan kepastian, sehingga Anda dapat secara mudah menghadapi tantangan.

Selain itu, tulislah di selembar kertas tiga atau empat cara yang dapat mengubah persepsi ketika Sinyal Tindakan hadir, atau cara yang dapat mengubah penyampaian perasaan atau kebutuhan, atau mengubah tindakan yang telah dilakukan dalam situasi khusus ini.

Selasa, 29 April 2008

4. Percaya Diri

Percaya dirilah bahwa Anda dapat menangani emosi dengan segera. Cara tercepat, tersederhana dan terhandal yang saya tahu dalam menangani emosi apapun adalah dengan mengingat saat merasakan emosi yang sama dan menyadari diri telah berhasil menangani emosi sebelumnya.

Karena telah menanganinya di masa lalu, tentu Anda dapat tangani hari ini. Buktinya, jika telah punya sinyal Tindakan sebelumnya dan telah melaluinya, Anda memiliki strategi mengubah emosi.

Jadi berhentilah sekarang juga, pikirkan situasi saat merasakan emosi yang sama, hadapilah dengan positif. Gunakan model peran atau checklist saat ini untuk mengubah cara merasakan emosi.

Apa yang kembali Anda lakukan kemudian ?,. Apakah telah mengubah fokus, pertanyaan dan persepsi ?. Atau telah mengambil tindakan baru ?. Putuskan melakukan hal yang sama saat ini juga, dengan keyakinan akan berhasil seperti yang telah dilakukan sebelumnya.

Jika tertekan dan sebelumnya telah mampu berubah haluan, tanya diri sendiri, "Apakah yang saya lakukan kemudian ?. Apa perlu mengambil tindakan baru yang sama seperti berlari atau menelepon ?. Jika telah membuat perbedaan atas apa yang telah pernah dilakukan, lakukan hal yang sama sekarang, dan Anda akan menjumpai hasil yang sama.

Sabtu, 26 April 2008

3. Mengetahui Pesan yang Disampaikan Emosi

Jika menempatkan diri pada pikiran yang benar-benar ingin mengetahui hikmah sesuatu, itu adalah interupsi cepat pola emosi dan memungkinkan Anda mempelajari diri sendiri. Rasa ingin tahu membantu menguasai emosi, mengatasi tantangan, dan mencegah problem yang terjadi di masa depan.

Selagi merasakan emosi, ketahui apa yang ditawarkan. Apakah perlu bertindak sekarang untuk membuat berbagai hal jadi lebih baik ?, jika kesepian misalnya, ketahuilah dan tanyakan, "Mungkinkah salah menafsirkan situasi, karena memiliki banyak teman ? jika memberitahu keinginan mengunjungi, tidakkah mereka senang dengan kunjunganku ?, inikah kesendirian yang memberi pesan perlu mengambil sesuatu tindakan, dan berhubungan dengan lebih banyak orang ?".

Disini ada empat pertanyaan untuk diri sendiri agar ingin tahu tentang emosi :

Apa yang sesungguhnya ingin dirasakan ?
Apa yang harus diyakini agar tahu apa yang sedang dirasakan ?
Apakah bersedia membuat solusi dan menangani saat ini juga ?
Apakah hikmahnya ?

Karena ingin tahu emosi tentang diri sendiri, Anda pasti akan mempelajari perbedaan penting tentangnya, tidak hanya hari ini, tetapi juga dimasa yang akan datang.

Kamis, 24 April 2008

2. Hargai Emosi, dan Sadari Dukungannya bagi Anda

Jangan pernah membuat emosi menjadi salah. Gagasannya adalah, merasa "salah" akan merusak komunikasi alami dengan diri sendiri maupun orang lain.

Bersyukurlah, ada sebagian otak yang mengirimkan sinyal dukungan, yang meminta membuat perubahan baik persepsi atas berbagai aspek kehidupan atau dalam tindakan.

Jika bersedia mempercayai emosi sendiri, maka dengan mengetahui bahwa tiap hal yang dialami selalu memberikan dukungan dalam menciptakan perubahan positip, Anda akan segera menghentikan perang yang berkecamuk dalam diri. Bahkan akan merasa sedang menuju solusi sederhana.

Membuat emosi "salah" hanya akan menyebabkan mengurangi intensitas. Apapun yang dilawan cenderung bertahan. Olahlah perasaan agar menghargai semua emosi, dan seperti bocah yang membutuhkan perhatian, Anda akan segera menemukan emosi yang "menenangkan".

Rabu, 23 April 2008

1. Identifikasikan Apa yang Anda Rasakan

"Step one dalam menguasai emosi mari kita bahas bareng-bareng..heheee....!". Seringkali manusia terlalu membebani dirinya, sehingga tidak tahu sedang DISERANG semua perasaan dan emosi negatif, seperti yang di katakan mBak Wendy di kolom komentar, artikel sebelumnya.

Untuk mengantisipasinya, cobalah diam sejenak, kendorkan semua otot dan urat-urat tubuh, rilex dan tanyakan pada diri sendiri " Apakah yang sesungguhnya dirasakan saat ini ?". Jika pertama kali berpikir, "Aku marah", tanyakan lagi pada diri sendiri,"Apakah benar-benar marah ?Atau ada sesuatu yang lain ?. Mungkin yang sesungguhnya dirasakan adalah SAKIT HATI. Atau seperti terperosok jurang".

Kemudian sadarilah bahwa perasaan sakit hati atau tersesat tidaklah seintens perasaan marah. Hanya dibutuhkan sedikit waktu untuk mengidentifikasi apa yang sesungguhnya dirasakan, mulailah menanyakan perihal emosi diri sendiri, sehingga Anda mampu menurunkan intensitas emosional yang sedang dialami dan dapat menghadapi situasi dengan cepat dan mudah.

Jika perasaan Anda mengatakan, "Saya ditolak", pacar, kerjaan dll. Anda bisa menanyakan, "Apakah ditolak karena terpisah dari orang yang dicintai ?, ditolak karena kecewa ?, atau ditolak karena sedikit tidak nyaman ?". Ingatlah kekuatan Transformasional agar segera menurunkan intensitas.

Sekali lagi, bila mengidentifikasikan apa yang dirasakan, turunkan intensitas lebih lanjut. Itu jauh lebih gampang dipelajari daripada emosi.

Sabtu, 19 April 2008

Enam Langkah Menguasai Emosi

Merasakan emosi, sangat menyakitkan, membiarkannya akan membuat diri kita terbawa ke dalamnya yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan dan fisik seseorang. Lakukan enam langkah untuk memanage dan mengubah pola pembatas agar tahu keuntungan emosi, dan menetapkan diri di masa depan hingga dapat mengerti hikmah emosi dan memperkecil rasa pedih dengan cepat.

Enam langkah berikut ini telah teruji dan diterapkan oleh oleh beberpa pakar psikologi dan pengembangan kepribadian di Amerika;


1. Identifikasikan apa yang Anda rasakan

2. Hargai emosi dan sadari dukungannya bagi Anda

3. Mengetaui pesan yang disampaikan emosi

4. Percaya diri

5. Lakukan hari ini dan esok

6. Bergembiralah dan Action

OK, sampai disini dulu, tulisan berikutnya akan dibahas satu persatu.

Jumat, 11 April 2008

Teachable, Fidel Castro dan Penerusnya

http://www.cincinnati.com/nie/archive/08-08-06/080706-1.jpg

Mau belajar dan mengikuti jejak langkah pendahulu yang sudah berhasil meraih impian dan cita-cita sekaligus dapat mempertahankannya secara berkesinambungan. Itulah kurang lebih makna dari teachable. Tidak ngeyel dan cenderung menggunakan metode sendiri yang belum tentu bisa meraih kesuksesan. Saya tertarik dengan ulasan Kang Teguh Rachmanto tentang sosok Fidel Castro dan penerusnya di inilah.com sebagai berikut;

Sosok Fidel Castro begitu lekat dalam pikiran semua rakyat Kuba. Ia memiliki kharisma, keberanian, dan ketegasan luar biasa yang berasal dari semangat revolusinya. Semangat inilah yang membawa Kuba menjadi negeri komunis yang disegani dunia.

Namun mulai pekan ini rakyat Kuba tak akan lagi mendengarkan pidato Castro yang berapi-api. Bagaimana masa depan Kuba sepeninggal Castro?

Mungkin Kuba akan lebih lembut dan tak menyalak-nyalak setelah adik kandung Castro, Raul Castro, Minggu (24/2), resmi dilantik sebagai presiden. Bagaimana sosoknya? Meski sedarah dengan Castro, tapi Raul tak mewarisi ketegasan dan kelugasan Castro. Bahkan, Raul seringkali tampil kurang meyakinkan di hadapan publiknya.

Rekan-rekannya menyebutnya sebagai 'Si Prusia', karena sifat Raul yang dingin, bergaya efisien, tak banyak tingkah, dan gaya kepemimpinannya bak seorang pebisnis.

Sejumlah kalangan menyaksikan Raul sebagai sosok yang membosankan dan kurang 'gereget'.

Gambaran ini sangat bertolak belakang dengan ikon Kuba, Fidel, yang telah mengilhami tiga generasi dengan revolusi dunia. Berselisih usia lima tahun, kakak-beradik ini sangat berbeda karakter. Inilah yang membuat banyak orang meragukan kemampuan Raul dalam memimpin Kuba.

Tapi sebenarnya keraguan itu tak beralasan mengingat kemampuan Raul yang luar biasa dalam mengendalikan pemerintahan. Ketika pada 31 Juli 2006, Raul mendapat kehormatan untuk mengendalikan pemerintahan karena sang kakak menderita sakit serius, adalah salah satu buktinya.

Selama 19 bulan ia memerintah, Kuba tetap tenang dan tak banyak mengalami perubahan kehidupan politik. Juga tak ada kerusuhan atau aksi protes, apalagi eksodus besar-besaran. Padahal sebelumnya negeri itu diprediksi akan diwarnai aksi unjuk rasa kelompok oposisi yang selama ini terkekang oleh kebijakan keras Fidel.

"Raul mampu melaksanakan tugasnya dengan baik. Ia telah bertugas selama 19 bulan," ujar Brian Latell, analis CIA yang menulis buku After Fidel (2002) yang mengisahkan Fidel Castro.

Itulah sebabnya pengumuman pengunduran diri Fidel Castro tak terlalu mengejutkan banyak rakyat Kuba. Ia 'pensiun' sebagai presiden demi kebaikannya, dan penggantinya sudah duduk di kursi presiden.

Melihat kondisi itu, Washington juga sangsi sikap Kuba akan berubah. Bahkan AS menyebut Raul sebagai 'Fidel Kecil', artinya tak ada yang beda di antara dua kakak-beradik itu. Meskipun Paman Sam ingin bernegosiasi untuk meningkatkan hubungan dengan musuhnya itu pascamundurnya Fidel.

Nyatanya, Kuba begitu percaya diri bahwa transisi kepemimpinan akan berjalan mulus, meskipun Raul tak menampakkan diri di hadapan publik beberapa hari setelah kakaknya resmi mundur.

Tiadanya kekhawatiran akan terjadi gejolak setelah pergantian kepemimpinan juga tampak dari sepinya pengerahan tentara dan polisi untuk mengantisipasi gejolak, setelah ada pengumuman Fidel Castro sakit parah. Ini artinya Kuba tak akan mengalami perubahan besar sepeninggal Fidel. Meski bersikap lebih tenang dan lembut dibandingkan dengan kakaknya, Raul menghabiskan hampir seluruh hidupnya di bawah bayang-bayang kakaknya.

"HANYA ADA SATU PANGLIMA TERTINGGI," ujar Raul mengacu pada kakaknya, setelah ia dilantik menjadi presiden baru Kuba.

Pernyataan sederhana itu memiliki makna yang tegas. Bahwa ia tak akan melakukan kebijakan yang melenceng jauh dari apa yang telah digariskan sang kakak.

Dukungan terhadap Raul datang dari Presiden Venezuela Hugo Chavez, sekutu dekat Fidel Castro. Chavez menilai raul memiliki loyalitas yang tinggi terhadap Fidel Castro, sehingga ia mudah diterima sebagai pemimpin baru negeri komunis itu. Chavez tak meragukan semangat dan keyakinan Raul terhadap revolusi, seperti apa yang telah dilakoni Fidel.

Raul menjabat sebagai menteri pertahanan sejak ia bersama Fidel dan sejumlah tokoh pemberontak menggulingkan diktator Fulgencio Batista pada 1959. Untuk itulah, dukungan dari kalangan militer terhadap Raul tak perlu diragukan lagi.

Para jenderal Kuba tetap mengaku setia kepada Raul. Terlebih Raul juga memimpin 50.000 tentara aktif dan mengendalikan persenjataan, yang meliputi tank-tank dan pesawat tempur era Soviet.

Dari sini, semua keraguan tentang kiprah dan kekuatan Raul dalam memimpin Kuba pasti langsung terhapus. Meski berpenampilan 'tenang' dan 'kalem', Raul sebenarnya memiliki sisi sikap yang keras. Ia pernah mengawasi pelaksanaan hukuman mati para lawan politiknya menyusul revolusi Kuba.

Kini dengan lengser-nya Fidel, rakyat Kuba berharap banyak pada Raul untuk menggalakkan program reformasi pasar bebas, seperti yang telah ia kerjakan pasca-bubarnya Soviet. Sejak terpilih sebagai pemimpin baru Kuba, Raul telah mendongkrak ekspektasi bahwa reformasi ekonomi akan segera terwujud demi tercapainya masa depan perekonomian Kuba yang lebih cerah.

Mungkin hanya ini yang membedakan Raul dengan Fidel: Ia memiliki kemampuan mengelola perekonomian dan tak hanya mengandalkan revolusi dengan kekerasan.

Perhatikan pidato Raul setelah dilantik menjadi presiden, "...HANYA ADA SATU PANGLIMATERTINGGI..."
singkat padat jelas, saya memaknai, itulah sosok teachable, meski punya gaya kepemimpinan sendiri namun Raul menegaskan tidak akan melenceng dari konsep, misi dan visi serta strategi yang sudah diterapkan oleh seniornya.

Rabu, 09 April 2008

Referensi dan Membaca

http://www.lifehack.org/wp-content/files/2007/02/20060207-open-book-pencil.JPG

Referensi tidak terbatas pada pengalaman pribadi. Anda dapat meminjam referensi orang lain.Fokuskan diri pada orang yang telah berhasil, sukses serta berkontribusi dan berpengaruh besar dalam kehidupan banyak orang. Jangan hiraukan latar belakang dan kondisinya, karena ketika berpegang pada perasaan pasti, dan terus berkontribusi, sukses akhirnya datang juga. Gunakan referensi mereka seakan milik Anda sendiri, bentuk keyakinan inti bahwa Anda dapat membentuk nasib sendiri.

Jika Anda kuat dan hebat membaca buku, berarti Anda mulai berpikir seperti pengarang. Ketika terbius di keajaiban hutan Arden, Anda adalah William Shakespeare, ketika kapal karam di Treasure Island, Anda adalah Hendry David Thoreau. Anda mulai berpikir sperti mereka, merasakan perasaan dan menggunakan imajinasi. Referensi mereka jadi milik Anda, dan membawanya bersama setelah buku berakhir. Itulah kekuatan kesusastraan, drama yang baik, serta musik. Maka wajar kalau kita ingin terus mengembangkan referensi dan membaca buku.

Oleh : mustyoud

Recent Comments

About This Blog

  © People Skill 'Computer Logo' by mustyoud.blogspot.com 2008

Back to TOP